Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 9)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 9)

Post by pujangga.edan on Wed Oct 22, 2008 12:06 pm

“ kumaha maneh wae YUL,lah” sambung POPPY sambil pergi keluar, mendekati HARDY lagi yang ada di luar.
Dari situ aku sudah yakin bahwa POPPY dengan HARDY mungkin ada hubungan khusus, karena Dari semalam aku perhatikan, kaya yang lengket banget, dan ga mungkin kalau setatusnya sebagai temen, mungkin ga sampe segitunya,” gumamku dalam hati ”sambil sedikit aku curi pandang.
Ga lama kemudian 2 pemuda itu pamit pulang, mungkin dari pagi mereka sudah berada di rumah YULIE, mereka pamit pulang tapi hanya ke POPPY saja dia pamit, dan dari luar mereka pamit, dengan suara kelakson motor saja.
Dari sepergianya mereka POPPY yang berada di luar,kini masuk dan ikut gabung dengan kami yang tengah lama di dalam, dari diamku yang sungguh lumayan lama akhirnya dapet temen juga untuk ngobrol.
Terlihat POPPY dengan dandanan yang begitu menor, dengan mengunakan baju hitam, dan sehelai syal yang menempel di lehernya, sungguh terlihat sangat cantik, sempat lama aku pandangi dia, dari arah berlawanan, terlihat dari dia pun seperti yang merasa bahwa dia lagi di pandangi.
Terlihat ADIE dan YULIE kaya yang sibuk berduaan, dan mungkin merasa terganggu akan hadiryan aku dan POPPY,lalu mereka memutuskan untuk pindah di luar ,dan kebetulan di luar sudah mulai agak teduh.

Sepergianya mereka pindah aku di tinggal di dalam ber-duan dengan POPPY, namun masih dengan jarak yang amat sangat berjauhan tentunya, aku hanya memandangi dia, seuntai kata belum aku lontarkan dari mulutku, karena aku masih agak canggung untuk memulai bicara,ku hanya bisa memandangi dia saja, dengan tatapanku. terlihat POPPY yang masih sibuk bermain dengan handphone-nya dan syalnya .
Cukup lama aku terdiam tanpa bicara sepatah kata, terdengar suara deringan hp ku berbunyi ,dengan merespon aku lihat hp ku yang masih berdering, sebelum aku menjawabnya,aku pun sempat merasa ragu untuk mengangkatnya, karena tak ada nomor (privat number),itu pun ber ulang – ulang. mungkin pikirku orang iseng, tapi ternyata dari arah lawan terlihat POPPY ketawa kecil menatapku dan dia pun mendekat, sampai pindah dan duduk sejajar dengan ku, sambil mengambil hpku, dari situlah awal aku mulai bicara, dan dari awal juga aku mulai bercanda denganya akhirnya obrolan pun di mulai.
Dari situ kau sudah merasa sudah ada perbedaan dengan diriku, “ sumpah ”aku mulai jatuh cinta,tersntak tak sadar tanganku membelai rambutnya yang panjang, dengan penuh kasih sayang, dan tanganku pun menggenggam tangan POPPY, yang lentik, dan lembut.
belaianpun tak berhenti aku lepas, sampai POPPY pun sempat tertidur bersandar di bahuku, sungguh suasana saat itu seperti mimpi, rasa sayang yang muncul ketika POPPY bersandar di bahuku, dengan kata kata manis yang ku lontarkan, pada saat seperti itu aku ga memikirkan yang di luar seperti ADIE dengan YULIE,“ya kita masing – masing”
“ belaian demi belaian yang kualunkan, dengan penuh rasa sayang dan kangen yang selama ini terpendam, sungguh saat seperti itu terasa seperti mimpi, resah gelisah, suka, senang kian bercampur dengan perassanku yang terbuai indah dengan kebersamaanya.
Sempat lama aku berduaan denganya, sampai tak terasa hari sudah hampir sore, YULIE yang sempat lama juga berduaan dengan ADIE diluar, mereka masuk kedalam dan menawari kami yang ada disitu untuk makan.
dengan menatap kami yang ada disitu YULIE pun berkata,dan menyuruh kami,“ hei … ayoo pada makan dulu yuuu ”?.
“ ya…,makasih” jawabku sama mirip dengan ADIE.
“ atuh gewat YULIE ai maneh rek iraha inditna?” ti berang keneh ,nepi ka wayah kie,” sambung POPPY yang menolak tawaran untuk makan dan menayakan kapan untuk pulang.
“ ya udah gampang atuh,pada makan dulu aja yuu” jawaban yang sama dari YULIE ”.
YULIE beranjak dari tempatny untuk pergi menyiapkan makanan untuk ADIE yang sudah tersedia di meja makan.
mereka semua sudah membawa makanan, ke ruang tamu.
namun aku sendiri yang ga ikutan makan.
sementara POPPY belum ada di tempat, karena masih di belakang, namun ADIE dengan YULIE, sudah memulai untuk makan, dan menawari ,” selayaknya seseorang menawari makan”.
tak lama kemudian POPPY keluar dengan membawa sepiring nasi lengkap dengan sayur mayur ,saat dia keluar dari seramba dapur, POPPY melihat ke arahku,
“lo.. aa ”ko ga mam sih” Tanya POPPY sambil mendekatiku”.
“ ya……sok neng ga apa – apa” jawabku.
Tak banyak lama POPPY menyimpan makanan yang tadi di bawanya dia simpan diatas meja yang ada diruang tamu, langsung membawaku ke dapur dan menyuruhku untuk ngambil makan, sambil berkata “ kalo A ga mam” neng juga ga mau mam,sook” ancaman POPPY “
Sambil mengambilkanya piring piring buatku, disambut dengan nasi yang cukup lumayan banyak, namun ku kurangi lagi, karena kebanyakan, ditambah dengan dua potongan tahu,dan ayam goring, langsung kebelakang untuk mengambil sayurnya.
Tak lami kami pun segera keluar untuk segera menyantap hidangan itu, sama dengan mereka di ruang tamu.
aku makan bareng dengan POPPY yang ada di sebelahku.
setelah acara makan selesai, semua kembali ke belakang untuk menyimpan piring yang habis dipakai ke tempat cucian, masing – masing,namun langsung aku cuci piring –

next page

pujangga.edan
Kembang
Kembang

Jumlah posting : 63
Join date : 19.10.08
Age : 28
Lokasi : cirebond

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik