Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 12)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 12)

Post by pujangga.edan on Wed Oct 22, 2008 12:11 pm

sesatu apa yang pantas aku beri dan aku beli untuk hadiah ulang tahun POPPY.
“ eh..blay?” gimana neh dengan hadiah?” apa ya yang harus gue beri? “tanyaku ‘
“ gue juga bingung…,kado apa ya yang pantas”, jawab ADIE agak dikit ngeluh.
“o ya blay…dari pada bingung nyari kesukaan mereka apa,mendingan kita buat yang berbeda,dari yang lain, ”sambung ku ”.
“ maksud loo…jack?” Tanya ADIE .
“ gini blay.” dari pada lo pusing nyari kesukaan mereka dan mungkin kalo sudah dapet juga belum tentu mau, ”ya gue punya cara gue,tersendiri,” kebanyakan orang kan kalo nyari kado buat hadiah,nyari kesukaan si cewenya, nah kalo gue buat beda, dalam arti kita kasih hadiah yang di sukai ma kita balay” ngerti ga lo maksud gue?” tanyaku dengan sedikit penjelasan ”.
“ gemana sih maksudnya…?” Tanya ADIE yang masih belum ngerti.
“ahh…loo. ya udah jadi intinya kita beri mereka hadiah, sesuai dengan benda apa yang disukai ma kita – kita blay..” jawabku
“oooo….gue ngerti,” yaa…terus…. emang apaan yang mau lo kasih?” tanyanya lagi
“gue mau kasih POPPY hadiah yang paling gue sayangi, dan kebetulan gue punya boneka blay!” ,boneka babi yang lucuuuuuuuu banget, sepasang dengan sapi” yang mungkin gue kan kasih itu” lanjut obrolanku, sambil memojokin ADIE.
“guenya blay..apa.?sapinya tah…”?, tapi blay lo mereka ga suka terus di buang gimana blay,?pertanyaan ADIE yang tiada hentinya,sambil meminta boneka sapinya”
“ya….terserah mereka mau, dibauang / mau diapain juga, yang jelas kita kan niat mau ngasih” jawabku sambil agak dikit sombong ”.
Kami pun menyetujuinya ,kalau hadiah yang bakal kami beri, bukan kesukaan mereka, melainkan kesukaan kami pribadi. kian lama kami ngorolin dari rencana sampai persiapan, tinggal keberangkatanya, namun masalah keberangkatan sudah ga jadi pikiran, kami sudah merencanakan bahwa berangkat pada malam hari.


Aku yang sudah lama dirumah ADIE, dan lama juga ngobrolin yang itu – itu saja, akupun ingin segera pulang karena hari sudah malam.tak lama aku pun pamit pulang.
Sesampainya aku dirumah, aku lansung mencari boneka yang akan aku hadiahkan untuk POOPY.dan di malam itu juga aku bungkus boneka babi warna pink yang lucu dengan dengan kertas kado yang warna pink pula tentunya, namun punya ADIE hanya aku buat hiasan dari plastik saja.


hari ini adalah hari dimana rencana kami untuk pergi ke bandung, dari segala sesuatunya yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan sudah matang.
Saat malam tiba aku pergi kerumah ADIE untuk menyusulnya, karena kami mau berangkat ke bandung pada malam hari, sesampainya dirumah ADIE, dia sudah siap menanti kedatanganku ADIE pun pamit kepada orang tuanya, disambungku juga aku yang ikut pamit.
Tak lama dari acara pamitan itu kami berangkat untuk kerumahku, sesampainya kami dirumah,” ya…sambil menunggu waktu keberangkatan, aku sempat nelpon POPPY, sekalian mau mengabari kalo kami mau pergi ke bandung malam ini juga.

Tepat tengah malam, pada hari sabtu tanggal 24 mei 2008 dini hari, kami sempat ragu untuk melanjutkan keberangkatan kami ini ,karena tepat pada malam itu, adalah dimana kenaikan bbm, dari adanya pemberitahuan itu kami merasa ragu,” takut kalo mungkin setibanya disana tidak ada kendaraan”, malam, sudah semakin larut, masih saja aku ragu untuk keberangkatan itu.
“ gimana blay” ditunda besok ja tah?” tanyaku ke ADIE ”
“ kita berangkat sekarang ” jawab ADIE yang tegas ”
“ yang gue pikirin nih…blay…” takut disana ga ada kendaraan” lo kan tau sendiri kalo kenaikan bbm gimna?” ”sambung pertnyaanku”
“jadi lo maw mundur gitoh….”lo tau…kan?” dari pertama juga kita kan ga pernah takut sama yang namanya tantangan?,” jawab ADIE sambil memberi dikit nasehat dan menyemangatku lagi ”
Tak pikir panjang lagi kami pun segera mempersiapkan keberangkatanku,walaupun sedang gempar – gemparnya kenaikan bbm,namun bagi kami itu semua ga pedulikan lagi.
Sebelum berangkat,kami pamit dengan orang tuaku, begitu pula ADIE, juga ikut pamit dengan orang tuaku.
Kami pun berangkat ke terminal dengan jalan kaki, karena terminal bis, tidak jauh dari rumahku.
Dalam perjalanan menuju terminal kami kaya yang ga punya beban, di sepanjang jalan kami bergurau terus, meski jalanan yang sudah mulai sepi, akan tetapi suasana sepi terasa rame oleh tingkah laku kami yang konyol,dan ga memikirkan apa yang akan terjadi di esok hari.

Setibanya di terminal,kami sempat bingung mencari mobil yang beroprasi, namun setelah lama kami mencari sambil bertanya juga kepada petugas sekitar, akhirnya ada satu mobil yang beroprasi, itu juga tinggal satu – satunya dan sebentar lagi juga mau berangkat.


next page

pujangga.edan
Kembang
Kembang

Jumlah posting : 63
Join date : 19.10.08
Age : 28
Lokasi : cirebond

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik