Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 6)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 6)

Post by pujangga.edan on Sun Oct 19, 2008 4:48 pm

bertemu dengannya tapi aku buat enjoy ajalah kataku, (dalam hati) ”.
di tengah perkenalan, sekaligus pertemuan dan juga obrolanku dengan POPPY, di pihak lain terlihat ada 2 orang pemuda, yang masih duduk di atas motornya, tepat di samping rumah YULIE, yang kurang terlihat jelas karena terlihat agak sedikit gelap, karena samping rumah YULIE, kurang dapat penerangan lampu, ga lama POPPY menghampiri 2 pemuda itu, dan itupun lumayan agak lama POPPY,berada disana.
Sempat lama juga aku dan ADIE ditinggal sendirian, oleh mereka.
Tak lama POPPY kembali dan membawa 2 pemuda itu, kesini untuk gabung,” yah kita kumpul bareng ”,seperti biasa kita berdua pun saling berjabat tangan sama – sama memperkenalkan diri, masing – masing.
biar lebih akrab kita sebut saja 2 pemuda itu “ HARDY ”dan “ YOGA ”dari perkenalan itu pun kami sambung untuk memulai obrolan.
Di tengah perkumpulan,p ertemuan,s ekaigus obrolan pun masih berlangsung, namun YULIE si tuan rumah menyuruh kita – kita yang ada di luar, untuk pada masuk, mengajak untuk ngbrolnya di dalam.
namun jawaban kita semua yang ada di sini ,sama semua “ masih pengen di luar ”,akan tetapi ADIE saja yang masuk ke dalam rumah YULIE, karena di paksa YULE untuk di dalem.


Gak lama POPPY pun meninggal kan kami semua yang ada di luar,” katanya sih mau mandi ”.
Walaupun ga ada POPPY aku masih tetep ngbrol – ngbrol saja dengan pemuda itu,biar ga jenuh.
Selang beberapa menit dari itu semua POPPY keluar lagi dan ikut gabung lagi,yang tadi sempat terputus oleh keperluanya tadi untuk mandi.
namun posisi kami sudah berubah, 2 pemuda itu ga berdekatan dengan aku lagi.
aku yang duduk sendiri, dengan terdiam, berada di bangku di depan pintu rumah, sedangkan 2 pemuda itu, berada disamping rumah, karena samping rumah ada sebuah lapangan yang luas, terlihat sih enak, sejuk, oleh desir angin bintang pun terlihat indah dan jelas, kalo kita berada di situ.
aku perhatikan POPPY, seperti orang yang sibuk sendiri, dia ngobrolnya mondar – mandir, kadang ke aku, sebentar denganku, sebentar ke 2 pemuda itu.
“ dalam hati aku merasa, bahwa ada yang aneh dengan POPPY “kalau menurutku aku curiga bahwa dari diantara 2 pemuda itu, mungkin ada salah satu kekasihnya.
Aku, hanya mengira – ngira saja,” semoga saja itu hanya temanya,biasalkaya aku ini “,
( senandungku dalam hati ).
walaupun dari awal juga POPPY sudah memberitahuku bahwa 2 pemuda itu adalah temanya dari sanggar seni,dan sekaligus guru yang ngajarin dia seni, tapi aku ngrasa ada sedikit kejanggalan pada mereka.
karena aku ngerasa sedikit bete,dan sudah ngerasa kurang nyaman dengan perasaanku, selain itu juga aku lihat POPPY lebih banyak ngobrol dengan 2 pemuda itu, aku ingin melepas kecemasanku, dengan pergi berjalan – jalan dengan naik motor,” ya cuma keliling kompek saja”,ga lama POPPY pun menghampiriku.
“ mau kemana A” Tanya dia
“ mau jalan – jalan” jawabku “ yah keliling komplek ja,mau liat – liat” sambungku”
“disini ajah A…?”ngapain keliling komplek, disini rame,” dengan agak ga memperbolehkan aku pergi, dan dikit lugu,memanyunkan bibirnya ”.
“ sekalian mau beli rokok ”,abis seh “ jawabku lagi”.
“uuhhhhh…………ngeroko bae” sambung POPPY, sambil membalikan tubuhnya dan lalu pergi menghampiri 2 pemuda itu lagi.
Tak banyak Tanya lagi aku pun menyalakan mesin motor dan ku langsung pergi, meninggalkan mereka.


Di tengah perjalanku, aku memasang muka bete, sambil berkata dalam hati,”kenapa aku ko jadi kaya gini,aku merasa ada yang aneh denganku”,apa mungkin aku lagi jatuh cinta, soalnya perasaanku tak menentu,disambung dengan hadirnya 2 pemuda itu,aku merasa ada yang aneh,dan aku merasa curiga, kaya ada yang janggal, tapi mungkin itu hanya perasaanku saja, tapi aku kan cari tau profile mereka,” gumamku dalam hati ”.


Aku cuma keliling komplek sebentar, karena agak sedikit bete dan takut juga, karena jalan terlihat sepi dan jarang ada yang lewat, tak lama aku pun datang lagi kerumah YULIE dan aku gabung lagi dengan mereka, sesampainya di rumah, aku pun melihat POPPY sedang duduk mesra berduaan dengan pemuda itu, tapi 1 pemuda yaitu HARDY, dari situ akupun mulai ada kecurigaan, ya mungkin dorongan dari perasaanku, bahwa POPPY mungkin ada apa – apa dengan yang namanya HARDY, mereka pun melihat aku, dan langsung berjauhan lagi,(jaga jarak), dan POPPY menghampiriku,
“ bentar banget geningan,jalan – jalanya” Tanya POPPY sambil mendekat ”.
“yaa…neh ga ada warung, lagian juga sepi banget” takut ”jawabku”.


next page

pujangga.edan
Kembang
Kembang

Jumlah posting : 63
Join date : 19.10.08
Age : 28
Lokasi : cirebond

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik