Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 7)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 7)

Post by pujangga.edan on Sun Oct 19, 2008 4:49 pm

“bete euy….a?jalan – jalan keluar yu….A?” sambungnya sambil mengajaku keluar ”.
“mau kemana” tanyaku singkat,“ ya…jalan – jalan ajah atuh…A..,”abis bete sih” balasnya ”.


Tak pikir panjang dan tak banyak bicara lagi aku,menerima tawaran POPPY dengan senang hati, untuk keluar jalan – jalan,” yah kebetulan juga aku mau isi bensin”,ga lama akupun segera berangkan dan membawa POPPY untuk pergi jalan – jalan, dari arah rumah, terdengar teriakan ADIE,” woy mau kemana?” mau pergi dulu bentar” jawabku sambil narik gas motor dan kami meninggalkan semua yang di situ.
Di perjalanku, akupun merasa bahwa ada yang aneh denganku, aku kaya yang sudah jadian saja,dia duduk merapat dengan ku,dan memelukku, dari awal kita pergi, diperjalanan kita, ngobrolin apa ajah yang kita liat, sambil nyari pom bensin, karena bensin motorku sudah mulai kosong, dari situ aku sudah merasa bahwa aku ada dorongan keinginan hati untuk memiliki POPPY seakan akan aku tak ingin berpisah denganya, karena aku merasa beda banget, dan ga tau kenpa ada apa denganku tiba – tiba muncul persaan yang sayang banget ke dia.



Dari perjalanku itu, akhirnya pombensin pun diemukan yang ternyata tidak jauh dari tempat kita keluar dari komplek, “ ya Cuma mau gimana lagi, tukan jalan satu arah.
Kumasuki wilayah pombensin karena bensin motorkupun sudah sekarat, motor pun berhenti, dan seperti biasa kami turun dari motor, karena mau ngisi bensin, namun saat ku berhenti, POPPY yang turun dari motor ku, dia terjatuh, karena celana yang dia pake terkait ke step motor, POPPY pun terjatuh, dengan cepat ku merspon, aku pun segera membangunkan POPPY yang terjatuh.
“ neng ga pa pa ”?tanyaku sambil membangunkan POPPY dari jatuhnya ”.
“ ga apa – apa.. A?”! makasih ya… A?” balasnya ”,
( ieh urang ngerakeun teingnya ku batur euy )” gumamnya kecil, dengan make bahasa sunda”.
“ yah mungkin menurutku itu moment yang teridah untuk kasih yang terindah, yang aku dapat dari pertemuanku dengan POPPY”,dan aku ga akan melupakan moment itu.
Setelah itu aku buka bagasi motor ku, dan petugas pom pun mengisikan bensin kedalam teng motorku yang dah terlihat hampir kosong,aku tutup lagi bagasi motor,aku bayar ke kasir didepanya, dan kami melanjutkan lagi perjalanku, dalam perjalan aku merasa bingung ga tau arah tujuan kita mau kemana, dan akhirnya kami putuskan untuk pulang kerumah YULIE ,karena bingung tidak ada tujuan yang ingin dituju.
Masih dalam perjalan pulang, aku merasa sudah lebih deket banget, tak sabar tanganku menggengam tangan POPPY, dan hatiku ingin sekali memiliki dia, karena mungkin aku dah terbuai perasaan yang tak menentu.

“ luasnya samudra dapat diukur tapi luasnya hati hati siapa sangka “ itulah yang ku rasakan saat ini .

Setibanya akau rumah POPPY langsung beranjak turun dari motorku, dan tak lama aku berajak turun, namunsekarang aku ikut masuk ke dalam rumah, aku ikut gabung dengan ADIE yang beradadidalam.
Selama aku didalam aku sudah ga melihat poppy lagi,karena dia berada di luar berduaan dengan HARDY.
Tak terasa malam sudah semakin larut, dinginya angin pun sudah mulai menusuk – nusuk kulitku, kami pun mau pamit untuk segera pulang, karena takut kemaleman sampe rumah, karena jauh,” sebenarnya dengan berat hati, kami ga mau berpisah”,tapi mungkin waktu juga yang sudah semakin larut, dan bisa dikatakan waktu juga yang memisahkan kita. Aku dan ADIE segera beranjak keluar dari rumah, YULIE yang mengantar kami sampe depan pintu, dan menyuruh kami berdua untuk kesini lagi, besok.
POPPY yang berada di arah sana kini ikut mendekati kami yang mungkin karena tau kami akan segera pulang,aku jabat tangan YULIE dan POPPY.
Kami s pun segera pamit untuk berangkat pulang, tak lama POPPY yang hanya sempat berjabat saja denganku dia pergi lagi, dia kembali mendekati HARDY.

tak lama dari acara pamitanku, aku menyalakan mesin motorku, dan kami bermaksud segera berangkat untuk pergi meninggalkan mereka, dengan membunyikan klakson motor, dan mengangukan kepala, yang mungkin “ isyarat pamit kalo dalam motor”, kutarik gas motor dan melaju, kata terakhir yang aku ucap sebelum berangkat lebih jauh “ ASSALAMMU’ALLAIKUM ”,
Kami pun pergi meninggalkan kediaman YULIE ”.
dan selanjutnya aku ga tau kalo cerita disana dan 2 pemuda itu, soalnya kita sudah pulang she”….

Kira – kira 20 menit dalam perjalanku pulang, akhirnya nyampe juga aku dirumah dengan ADIE.
aku kerumah ADIE dulu, ga langsung pulang, setibanya dirumah ADIE aku lumayan lama,disitu kami sedikit ngobrolin pertemuan tadi aku dengan POPPY begitu pun ADIE.
“ gimana chuy ”? “ pertemuan lo dengan POPPY” Tanya ADIE sambil mengadukan tangan,dan disambung dengan merangkulku”.
“ sueeeerrr blay ….., malam ini gue bahagia banget, dan jujur yah gue penget banget memiliki POPPY”,dan ga tau

next page

pujangga.edan
Kembang
Kembang

Jumlah posting : 63
Join date : 19.10.08
Age : 28
Lokasi : cirebond

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik