Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 10)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alunan memori cinta yang terpendam (bagian 10)

Post by pujangga.edan on Wed Oct 22, 2008 12:08 pm

pirirng yang kotor itu, dan aku simpan lagi ke tempatnya seperti semula.
Setelah beres dari makan, dan dari semua kami pun berkumpul lagi di ruang tamu, namun POPPY langsung naik ke atas loteng rumah katanya sih mau ganti baju, sedangkan ADIE dengan YULIE keluar sebentar,” ya…katanya sih mau beli sesuatu”.
Seperginya mereka kini tinggalah aku seorang diri.
Tak lama kemudian POPPY yang dari atas sana turun dengan costum yang berwarna hijau, tetep dengan syalnya yang menutupi lehernya, dengan membawa minuman frutea ditanganya, dia pun datang menemaniku yang ada di bawah.


Waktu menunjukan pukul 03.00 terdengar gema adzan ashar, YULIE dan ADIE yang kini belum juga datang.
kira – kira ½ 4 lewat, ADIE dan YULIE datang juga, sedatangnya mereka POPPY langsung bertanaya kepada YULIE.
“ YUL…geus burit iaraha kitu maneh rek indit,gewat atuh ”
“ya..kela atuh POPPY,bentar,uarangna ganti baju heula” jawab YULIE sambil pergi kekamar katanya mau ganti baju.
“g ewwaatt nya………”sambung POPPY, sambil naik lagi ke atas loteng.


YULIE yang dari tadi belum keluar juga keluar dari kamarnya, disambung dengan POPPY yang belum turun dari atas loteng, karena dari tadi “ katanya sih mau pada ngemasin barang – barang” dan ganti pakaian, karena hari sudah semakin sore mereka mau bersiap untuk segera pulang ke bandung.
tak lama dari semua itu mereka pun keluar dengan membawa tas masing – masing, ingin bersiap – siap untuk segera pergi, kami semua keluar sedangkan aku dan ADIE menyalakan motor masing – masing dan di sambung dengan mengucapkan salam ke semua orang rumah, dan disambut dengan berjabat tangan,di sela itu semua kami juga bermaksud untuk mengantar mereka sampai ke depan jalan, karena jauh dari rumah untuk menuju jalan.
Dari acara pamitan, kami langsung berangkat, karena mungkin dah terlalu sore, dan kami semua berangkat menunggalkan rumah tantenya YULIE.
setelah sesampainya di jalan, kami semua berhenti, sejenak, sempat menanyakan mau dimana nuggu bis nya?” tanyaku ke semua”.
namun hanya POPPY yang menjawab,” jangan di sini A, sekalian ajah telusuri jalan, sampai kita nemunin mobil,” jawabnya ”
kami pun berangkat melaju lagi, kuturuti kemauan POPPY, selama perjalanan kami sambil ngobrol – ngobrol, namun POPPY menyuruhku untuk pelan saja dalam mengendara, dan mau di belakang,aku pun menurunkan kecepatan, dan ADIE dan YULIE yang tadi di belakang jadi di depan.
Kami yang berada di belakang ADIE, sempat melihat YULIE menaiki motor dengan memeluk ADIE, aku sempat iri melihatnya, karena merasa iri dengan mereka, aku mengendarai motor dengan tangan satu, sambil ku menggenggam erat tangan POPPY,
“a..? tangan dua atuh nyupirnya, ntar jatuh” jawab POPPY sambil melepaskan genggamanku itu ”.
tak membalas bicara aku melepaskan genggaman itu ”.
hari sudah hampir mau magrib, kami masih berada dalam perjalan, dan masih dalam pencarian mencari mobil jurusan cirebon – bandung.
Selama perjalanan, melihat YULIE yang berada di depan ku, melirik ke blakang, dan mengurangi gas, dia bertanya ke POPPY.
“Ya katanya sih, berangkatnya bareng dengan temanya”,yang kini dia lagi nugguin mobil, tapi dia nuggu di pasar minggu, yang masih agak jauh dari perjalanan kami, “karena waktu sudah semakin sore, dan mungkin senjapun akan hilang berganti malam”, kami pun segera melanjutkan perjalananku itu, kemana tempat yang tadi YULIE tuju,
Sudah ½ 6 sore, kami semua sudah sampai ke tempat temanya yang katanya mau berangkat bareng, ternyata temanya pun masih nuggu,tepat di pinggir jalan.
Sesampainya di sana kami berhenti di pinggir jalan, dan tak lama mereka pun mengenali temanya itu pada kami.
Dari situ aku ga langsung pulang, melainkan menuggu POPPY dulu, karena sampai kian lamanya belum ada bis yang oprasi untuk jurusan cirebon – bandung.
Sambil aku menuggu keberangkatan mereka, aku sempat memeluk POPPY dari belakang, dalam hati “ sungguh berat banget hatiku mengijinkan untuk berpisah”.
cukup lama aku memluk dia dari belakang, tak lama mobil dengan jurusan yang mereka tuju pun tiba, mereka menyetop mobil itu, dan ingin segera menaikinya, namun aku masih punya sedikit waktu untuk sempat menatatap POPPY, karena sungguh berat hati untuk berpisah denganya, aku manfaatkan waktu yang kian amat singkat itu,
dengan refleknya, aku peluk dia lagi dan mungkin untuk yang terakhir kali, dengan rasa sayang aku kepada dia, aku pun nekad untuk memberanikan diri, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi akibatnya,aku lakukan itu semua mungkin atas dasar dorongan karena aku sungguh sayang dia, aku mencium kening dia, sebelum dia masuk ke dalam bis,untuk segera berangkat, sungguh suasana saat itu ga akan aku melupanya, walau dengan sedikit waktu dan pertemuan yang singkat aku mendapatkan banyak moment yang terindah, dan mungkin untuk kekasih yang terindah, yang sampai saat ini aku simpan dan kukenang selalu dan tak parnah kumelupakanya.(tepat tanggal 04 – mei - 2008 pukul 05.58).


next page

pujangga.edan
Kembang
Kembang

Jumlah posting : 63
Join date : 19.10.08
Age : 28
Lokasi : cirebond

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik